Senin, Mei 25, 2009

gerubuk buruk

Melayu, yang dimaksud orang Melayu bukanlah dilihat daripada tempat asalnya seseorang ataupun dari keturun darahnya saja. Seseorang itu dapat juga disebut Melayu apa bila ia beragama Islam, berbahasa Melayu dan mempunyai adat-istiadat Melayu. Orang luar ataupun bangsa lain yang datang lama dan bermukim di daerah ini dipandang sebagai orang Melayu apabila ia beragama Islam, mempergunakan bahasa Melayu dan beradat istiadat Melayu.

Di Indonesia yang dimaksud dengan suku bangsa Melayu adalah yang mempunyai adat istiadat Melayu, yang bermukim terutamanya di sepanjang pantai timur Sumatera, di Kepulauan Riau, dan Kalimantan Barat. Pemusatan suku bangsa Melayu adalah di wilayah Kepulauan Riau. Tetapi jika kita menilik kepada yang lebih besar untuk kawasan Asia Tenggara, maka ianya terpusat di Semenanjung Malaya. (http://butang-emas.blogspot.com/)

Dalam perkataan Melayu, terdapat sebuah kata yang sudah jarang sekali diperkatakan (walaupun masih banyak perkataan Melayu yang sudah jarang disebut dan didengar) yaitu "gerubuk". Emakku menyebut gerubuk sebagai suatu lemari yang dipergunakan di dapur sebagai tempat menyimpan lauk-pauk ataupun sebagian dari bahan makanan. Melayu tak lepas dari masakannya yang mengundang selera. Dan dalam upaya mengingat kata-kata lama yang sudah terasa asing bagi sebagian orang, maka judul "gerubuk buruk" diangkat. Kata-kata usang yang sebagian dianggap buruk dan tak laku lagi mungkin bisa menyeruak dunia. Tak lah akan hilang di muka bumi ini.

Gerubuk sebagai wadah penyimpan segala sesuatu yang diperlukan walau berbentuk buruk, bukanlah berarti tidak diperlukan, bukanlah berarti akan dibuang. Gerubuk buruk menyimpan sesuatu yang sangat berharga. Demi marwah Melayu.


gambar dibuat dengan fasilitas http://www.onemotion.com/flash/sketch-paint/

Artikel bersempena

  • 14. Cerita Rakyat Melayu - 14.CERITA RAKYAT Di antara prosa khazanah Kepulauan Riau ialah cerita rakyat dan cerita tulisan para penulis daerah ini,baik lama maupun baru. Berikut ini ...