Rabu, Juni 03, 2009

Cendera mata Sepatu Yong Dolah

Nizam tu kalaulah dah penat ngetik. Pasti dia tidur di lantai 3 kantor. Kadang terlewat jam istirahat. Terpaksalah kami cari ramai-ramai. Pas turun tangga dari lantai 3, Nizam pun sempat-sempatnya bercerita. dasar Nizam tukang cerita.

Yong Dollah waktu tu berangkat dari Bengkalis ke Singapore nak jual arang naik pompong. Laut teduh belinyang, tak bergelombang. Pas tengah selat Melaka, Yong keker, tenampak sebiji tong besar. Yong suruh kelasi dempetkan pompong ke tong besar tu dan naikkan ke atas dek. Yong buka. Alaaaaahhhh mak, isinya sepatu sebelah kiri semua. Yong suruh kelasi buang tong tu.

Pompong jalan lagi, selang 1 jam, ketemu tong besar lagi. Yong suruh kelasi naikkan tong ke dek. Yong buka. Alaaaaah mak, isinya sepatu sebelah kanan semua. Kalaulah tong pertama tadi Yong bawa, penduduk Bengkalis bakal dapat cendera mata sepatu buatan Jepang lah.


Itulah Yong tak nak simpan dulu sepatu belah kiri. Kalau disimpannya tentu dapat sepatu banyak buatan Jepang. Ah... dasar Yong. Tapi coba bayangkan besarnya tong tersebut, sepatu dalam tong tersebut bisa untuk semua penduduk Bengkalis. Haaaaaaa....


catatan :
pompong = kapal kecil bermesin
belinyang = mengkilat diterpa sinar matahari
sebiji = sebuah
selang 1 jam = setelah berlalu 1 jam (tambahan dari eppie-cool)
sepatu = kasut (tambahan anazkia dalam bahasa malaysia)
kantor = pejabat (tambahan anazkia dalam bahasa malaysia)

Artikel bersempena