Minggu, Maret 14, 2010

Lima Kebanggan Anak Melayu Riau

Lima Kebanggan Anak Melayu Riau adalah merupakan buku yang disusun oleh Persatuan Masyarakat Riau di Jakarta (PMRJ). Disusun pada tahun 2005 sempena akhir masa bhakti pengurusan 2002-2005.

Kebanggaan pertama di bidang Agama
Kebanggaan kedua di bidang Bahasa
Kebanggaan ketiga di bidang Adat Istiadat dan Budaya
Kebanggaan keempat di bidang Sumber Daya Alam
Kebanggaan kelima di bidang Toleransi

PENGANTAR

Akhir dari masa bhakti pengurusan kami 2002-2005, satu tim telah dibentuk dari Persatuan Masyarakat Riau Jakarta (PMRJ) untuk menyusun satu buku yang berjudul "LIMA KEBANGGAAN ANAK MELAYU RIAU"

Muatan-muatan pemikiran yang ada dalam buku ini saya harapkan dapat memberi jalan dan sarana kemajuan daerah Riau dan terobosan suatu perubahan untuk lebih maju.

Di buku ini, menulis mengenai siklus kehidupan yang harus dilalui oleh makhluk hidup, alam dan manusia. Kita menyadari bahwa budaya kebanggaan yang dimiliki tidak cukup hanya dengan ucapan akan tetapi harus ada suatu perubahan di dalam diri kita sendiri. Almarhum Prof. DR. Koentjaraningrat pernah mengatakan bahwa perubahan budaya harus dibarengi oleh suatu usaha bersama untuk memperbaiki kemampuan yang ada dalam diri kita sendiri. Kebanggaan adalah suatu tanda kehidupan, dan siapapun yang cinta kehidupan hendaknya jangan memusuhinya.

Usaha untuk memperbaiki dari ketinggalan orang Melayu Riau agar dapat membawa hasil, harus dimotivasi secara sempurna dan selama masih menjadi seorang Fatalis, orang Melayu pedesaan tidak akan berjuang cukup keras memelihara hidup dan untuk berhasil.

Semoga buku tulisan yang disusun oleh tim Persatuan Masyarakat Melayu Jakarta (PMRJ) yang ditulis oleh kalangan pengurus maupun dari intelektual Riau ini mampu menyemarakkan khazanah pemikiran dan dapat memberikan kontribusi nyata dalam membawa perubahan di tengah kegalauan diera transisi dan akhirnya selamat membaca.

Banyaklah angsa berebut terbang
Membumbung angsa sayap dikepak
Banyak jasa disebut orang
Agunglah jasa ibu dan bapak
Banyaklah rusa dijerat orang
Rusa bermain jadi rebutan
Banyaklah jasa diingat orang
Jasa pemimpin jadi sebutan


Wassalam

Buchary Alwie


*************************

Ide
Drs. H. Izhar Rachman, MM

Penyusun
Persatuan Masyarakat Riau Jakarta (PMRJ)

Penanggung Jawab
H. Buchary Alwie

Penulis
Drs. H. Ismail Suko
Prof. Drs. H. Suwardi, Ms
Drs. H. Rachman Daud
Drs. H. Ishak Manay
Drs. H. Mustafa Yatim
Kol. (Purn) Abbas Jamil
Prof. Drs. Maswadi Rauf, MA
DR. ALfitra Salam, APU
Drs. H. Abbas M. Ali
Instiawati Ayus, SH, MH
DR. H. Izhar Rachman, MM
Drs. Taufik Ikram Jamil
Asrizal Nur
Dasril Affandi, SH
Nelly N. Ma'arif, MM
Ferry Hidayat

Tim Penyusun
Dr. Baharuddin Husin
Dasril Affandi, SH
M. Suhada, S.Ip., MM
Nelly N. Ma'arif, MM
Aguswanti Lahamid, SHI
Adlin, S.Sos
Fachri
Komunitas Mahasiswa Pascasarjana Riau Jakarta (KMPRJ)

Penyunting
Drs. H. Icup Supriadi S., MM
Muslimin
Irwan Setyadi

Penerbit
Persatuan Masyarakat Riau Jakarta (PMRJ)
Wisma Pemda Riau
Jl. Tali Raya no. 35A
Slipi - Jakarta
Telp. 021 492515
Fax. 021 4353791

Bekerjasama dengan
Sekolah Tinggi Agama Islam Tiara Jakarta

Edisi Pertama
Cetakan Pertama
November 2005


Read more ...

Minggu, Februari 28, 2010

Kosa Kata Dalam Bahasa Melayu

Kosa Kata Dalam Bahasa Melayu
yang banyak digunakan oleh orang Melayu Kepulauan Riau

Arkib = arsip
Angit = bau hangus

Bedegap = kuat
Begajul = Bandel
Belacan = terasi
Bengal = keras kepala
Betik = pepaya
Bilis = teri
Bomo = dukun, tabib, pawang
Buluh = bambu
Butang = kancing

Calar = barut/parut, baret, goresan luka
Cekau = kelahi
Cencalok = acar yang terbuat dari teri halus, bawang, cabe
Cindai = selendang
Comel = cantik

Dedah = buka, terbuka, membuka
Degil = nakal, bandel

Gasal = ganjil
Gerubuk = lemari makan di dapur
Gubal Sagu = makanan dari sagu yang digumpalkan
Guli = kelereng

Habuk = debu (bukan abu arang hasil pembakaran)

Jolok = mengambil sesuatu dengan tongkat panjang/galah

Kanun = meriam kecil, gerombolan/pasukan angkatan laut
Kasut = terompah/sendal
Kedekut = kikir, sangat pelit
Kemaruk = rakus
Koret = sisa
Koret-koret = sisa/mengorek
Kude-kude = tempat duduk rendah

Lanun = Perampok di laut, bajak laut
Lapik = alas tikar
Lasak = tak diam
Lawa = cantik/ganteng
Lempeng sagu = sejenis makanan dari sagu yang dibuat pipih/dadar
Lokek = pelit (belum mencapai tahap kedekut)
Longkang = parit/got/comberan
Lori = truk
Lucah = keji/kejam, kotor, tidak senonoh

Marwah = harga diri
Menyanyah = mengada-ada, berbicara tidak menentu
Montel = gemuk
Mustahak = penting, perlu, wajib, harus

Nyanyok = agak lupa
Nyiur = kelapa

Pelasah = hajar
Pelik = susah, rumit, sulit
Penyamun = Perampok di darat dan di laut
Perigi = sumur
Pinggan = piring
Pondok-pondok (bukan "pondok" dalam satu kata saja) = rumah-rumahan tanpa dinding
Puan = perempuan

Rasuah = sogokan
Rengut = cemberut
Resam = adat istiadat

Selap/Nyelap = berlebihan
Selipar = sendal
Seluar = celana
Sementung = cemberut
Sempak = celana dalam
Senarai = daftar, catatan
Sengak = sombong/angkuh
Seronok = senang, gembira
Sotong = cumi-cumi
Sudu = sendok
Suluh = lampu

Tamadun = budaya
Tambul = makanan ringan
Tayang = tampar pelan
Telajak = terlewat
Tembilang/Sembilang/Taji/Baji = alat untuk melobang tanah
Tempias = percikan air
Tempoyak = makanan dari durian yang diasamkan
Teruk = parah, susah, sulit
Tesasol = tersalah cakap/bicara
Tingkap = jendela
Tuah = untung, berkah
Tungkus lumus = kerja keras

Zuriat = anak cucu keturunan


Read more ...

Selasa, Februari 02, 2010

Apa Guna Pantun Melayu

Apa Guna Pantun Melayu,
menyebarkan syarak meluaskan ilmu.

Apa Guna Pantun Melayu,
Menyebarkan syarak membersihkan kalbu.

Apa Guna Pantun Melayu,
Menuntun orang supaya bermalu.

Apa Guna Pantun Melayu,
mengajar orang supaya tahu :
Tahu bodoh mencari guru
Tahu menjaga aib malu
Tahu mengekang hawa nafsu
Tahu meneladan arif meniru
Tahu beramal dengan berilmu
Tahu hidup ada dituju
Tahu mati azab menunggu

Apa Guna Pantun Melayu,
memberi petunjuk kepada yang mau :
Petunjuk agama sunnah dan fardhu
Petunjuk adat membaikkan laku
Petunjuk menyuruh hidup berilmu
Supaya hidup tak dapat malu
Supaya mati tak kena palu

(Tenas Effendy)

UPDATE :
Tambahan dari Indo Hijau, mengatakan...

Apa guna pantun melayu,
penenang jiwa penyejuk Kalbu.

Apa guna pantun melayu,
ingatkan sholat yang lima fardu.

Apa guna pantun melayu,
Pembunuh cemburu, pelepas rindu.

Baca juga Pantun Melayu lainnya :
Pantun Pembuka
Pantun Jenaka
Pantun Percintaan
Pantun Perpisahan
Pantun Kias
Pantun Budi
Pantun Adat
Pantun Agama
Pantun Nasihat
Pantun Pahlawan
Pantun Teka-teki


Read more ...

Minggu, Januari 31, 2010

Apa Guna Pantun

Apa guna pantun disimak,
di dalamnya ada adat dan syarak :
Memberi petunjuk kepada orang banyak
Mana patut mana yang layak
Mana yang baik mana yang tidak
Supaya fi'il tidak rusak
Supaya marwah tidak tercampak
Hidup dan mati tuahnya nampak

Apa guna pantun dikaji,
di dalamnya ada tuntunan budi :
Pegangan hidup pedoman mati
Meluruskan akal membersihkan hati
Membaikkan akhlak mengelokkan pekerti
Supaya hidup tidak terkeji
Bila mati rahmat menanti

(Tenas Effendy)

Baca juga Pantun Melayu lainnya :
Pantun Pembuka
Pantun Jenaka
Pantun Percintaan
Pantun Perpisahan
Pantun Kias
Pantun Budi
Pantun Adat
Pantun Agama
Pantun Nasihat
Pantun Pahlawan
Pantun Teka-teki


Read more ...

Jumat, Januari 29, 2010

Untaian Syair Tunjuk Ajar Pantun

Wahai ananda dengarlah pesan
Pantun Melayu jangan tinggalkan
Pakai olehmu untuk pedoman
Di dalamnya banyak tunjuk ajaran

Wahai ananda intan di karang
Pantun Melayu jangan dibuang
Di dalamnya banyak amanah orang
Untuk bekalmu di masa datang

Wahai ananda kekasih ibu
Pakai olehmu pantun Melayu
Di dalamnya banyak mengandung ilmu
Manfaatnya besar untuk bekalmu

Wahai ananda permata intan
Pantun Melayu jangan abaikan
Di dalamnya banyak mengandung pesan
Pegang olehmu jadi pedoman

Wahai ananda cahaya mata
Pantun Melayu jangan dinista
Isinya indah bagai permata
Bila dipakai menjadi mahkota

Wahai ananda bijak bestari
Pantun menjadi suluh negeri
Ilmu tersirat payah dicari
Bila disimak bertuahlah diri

Wahai ananda dengarlah manat
Pantun memantun sudah teradat
Di dalamnya banyak berisi nasehat
Bila dipakai hidup selamat
SUPAYA IMAN TIDAK BERKISAR
SUPAYA HIDUP TIDAK TERLANTAR
BILA MATI TIDAK TERCEMAR
MASUK KE DALAM SYURGA BERSINAR


(Tenas Effendy)

Baca juga Pantun Melayu lainnya :
Pantun Pembuka
Pantun Jenaka
Pantun Percintaan
Pantun Perpisahan
Pantun Kias
Pantun Budi
Pantun Adat
Pantun Agama
Pantun Nasihat
Pantun Pahlawan
Pantun Teka-teki



Read more ...

Rabu, Januari 27, 2010

Pantun Bunga Cakap, Pelemak Kata, Penyedap Bual, Rencah Perbualan, Buah Bicara

Kalau bercakap sesama tua,
banyaklah pantun pelemak kata.

Adat orang duduk berbual,
banyaklah pantun penyedap bual.

Kalau bercakap hendaklah sedap,
banyaklah pantun bunga cakap.

Kalau berbual berpanjangan,
banyaklah rencah perbualan.

Kalau duduk dalam bicara,
banyaklah pantun buah bicara.
Kalau yang tua duduk bercakap,
banyaklah pantun pemanis cakap

Kalau orang melabuh pukat
Carilah pancang kayu berdaun
Kalau kurang mengetahui adat
Carilah orang tahu berpantun

Kalau kayu hendak ditarah
Keratlah cabang dengan daunnya
Kalau ilmu hendak bertambah
Dekati orang dengan pantunnya

Apa guna daun kayu
Untuk tempat orang berteduh
Apa guna pantun Melayu
Untuk tempat mencari suluh

(Tenas Effendy)


Baca juga Pantun Melayu lainnya :
Pantun Pembuka
Pantun Jenaka
Pantun Percintaan
Pantun Perpisahan
Pantun Kias
Pantun Budi
Pantun Adat
Pantun Agama
Pantun Nasihat
Pantun Pahlawan
Pantun Teka-teki


Read more ...

Senin, Januari 25, 2010

Pantun Budi

Apa guna berkain batik,
Kalau tidak dengan sujinya.
Apa guna beristeri cantik,
Kalau tidak dengan budinya.

Orang Boyan duduk menyangkul,
Nampak dari hutan darat.
Beras sekoyan boleh dipikul,
Budi sedikit rasanya berat.

Bunga Cina di atas batu,
Jatuh daunnya ke dalam ruang.
Adat dunia memang begitu,
Sebab emas budi terbuang.

Jauh sungguh pergi mandi,
Maksud hati hendak bertapa.
Berat sungguh menanggung budi,
Seribu tahun memang tak lupa.

Anak beruk di tepi pantai,
Pandai melompat pandai berlari.
Biar buruk kain dipakai,
Asal hidup pandai berbudi.

Bila memandang ke muka laut,
Nampaklah sampan mudik ke hulu.
Bila terkenang mulut menyebut,
Budi yang baik ingat selalu.

Burung terbang burung jentayu,
Hinggap di balik pohon mayang.
Bungan kembang akan layu,
Budi baik takkan lah hilang.

Burung serindit terbang melayang,
Singgah hinggap di ranting mati.
Duit ringgit dipandang orang,
Jarang dipandang bahasa budi.

Baju bercorak tiada berpita,
Pakaian anak Panglima Garang.
Emas dan perak pengaruh dunia,
Budi yang baik dijunjung orang.

Anak angsa mati lemas,
Mati lemas di air asin.
Hilang mahasa karena emas,
Hilang budi karena miskin.

Sedap sungguh buah nenas,
Buat makan buka puasa.
Jangan dipandang perak dan emas,
Tapis dahulu budi bahasa.

Kapal berlayar dari Asahan,
Ambil parang dari kemudi.
Mati ikan karena umpan,
Mati orang karena budi.

Payah kami bertanam padi,
Nenas jugalah ditanam orang.
Payah kami menabur budi,
Emas juga yang dipandang orang.

Semenjak kentang dijadi gulai,
Ubi tidak bersama lagi.
Semenjak uang jadi pemakai,
Budi jarang berguna lagi.

Yang kurik hanya kundi,
Yang marah hanya saga.
Yang baik hanya budi
Yang indah hanya bahasa.

Biarlah orang bertanam buluh,
Kita bertanam padi juga.
Biarlah orang bertanam musuh,
Kita bertanam budi juga.

Baik-baik makan keladi,
Keladi itu ada miangnya.
Baik-baik termakan budi,
Budi itu ada hutangnya.

Kalau makan keladi muyang,
Jangan lupa pada bungkalnya.
Kalau termakan budi orang,
Jangan lupa pada asalnya.

Apalah tanda batang keladi,
Batang keladi di tanah isinya.
Apalah tanda orang berbudi,
Orang berbudi rendah hatinya.

Hidup dalam pekerti,
Mati dalam budi.
Tahu budi ada hutangnya,
Tahu hidup ada bebannya.


*****

Baca juga Pantun Melayu lainnya :
Pantun Pembuka
Pantun Jenaka
Pantun Percintaan
Pantun Perpisahan
Pantun Kias
Pantun Budi
Pantun Adat
Pantun Agama
Pantun Nasihat
Pantun Pahlawan
Pantun Teka-teki



Sebagian disadur dari :
Pantun dan Pepatah Melayu
Tuanku Luckman Sinar Basarshah II, SH
Diterbitkan :
Yayasan Kesultanan Deli Serdang
Medan
Cetakan IV 2009




Read more ...

Sabtu, Januari 23, 2010

Pantun Kias

Ayam sabung jangan dipaut,
Jika ditambat kalah laganya.
Asam di gunung ikan di laut,
Dalam belanga bertemu juga.

Buah kurma berlambak-lambak,
Dimakan orang pagi dan petang.
Bagai kerja menolak ombak,
Makin ditolak semakin datang.

Anak Madras menggetah punai,
Punai terbang mengirap bulu.
Betapa dera arus di sungai,
Ditolak pasang balik ke hulu.

Kayu tempinis dari kuala,
Dibawa orang pergi ke Melaka.
Betapa manis rasanya nira,
Disimpan lama menjadi cuka.

Satu dua tiga enam,
Satu enam jadi tujuh.
Buah delima yang ditanam,
Buah berangan hanya tumbuh.

Anak Batak mudik bergalah,
Diketip nyamuk habis lebam.
Bukan retak mencari belah,
Sukat dihempas remuk redam.

Jika masak pisang setandan,
Mari simpan dalam kereta.
Jika ada tuah di badan,
Kaca dipegang jadi permata.

Tanam padi di sawah bendang,
Menanti masuk bilangan tahun.
Jika pandai menjadi orang,
Rezeki secupak makan setahun.

Orang Daik balik ke Daik,
Langsung menghadap si Raja Muda.
Kalau tak dapat tukang yang baik,
Emas sembilan menjadi tembaga.

Kalau pergi tuan ke ladang,
Banyak tupai di atas pokok.
Kalau hari memang lah siang,
Tidak menanti ayam berkokok.

Cik Mahayu memakai subang,
Subang bertatah permata intan.
Kalau nak tahu menjinakkan kumbang,
Taburkan bunga di tengah halaman.

Batang betik di tepi pagar,
Buah rambutan merah berseri.
Orang baik tak payah diajar,
Bagaikan duri tajam sendiri.

Orang Batak bermain pedang,
Sedikit tak gentar, sedikit tak gerun.
Saya umpama katak di padang,
Penat berkotor hujan tak turun.

Pandai berenang ikan siakap,
Berenang bermain dalam perigi.
Sirih pinang sirih kerakap,
Boleh dibuat penawar jampi.

Laksamana pergi memikat,
Dapat seekor anak balam.
Sungguh kecil sampan pukat,
Berani berlayar lautan dalam.

Buah durian dari hulu,
Pokoknya banyak di kebun Cik Amin.
Tak tahukah tuan semenjak dahulu,
Dalam gula racun bermain.

Disangka nenas di tengah padang,
Rupanya urat jawi-jawi.
Disangka panas hingga petang,
Rupanya hujan di tengah hari.


*****

Baca juga Pantun Melayu lainnya :
Pantun Pembuka
Pantun Jenaka
Pantun Percintaan
Pantun Perpisahan
Pantun Kias
Pantun Budi
Pantun Adat
Pantun Agama
Pantun Nasihat
Pantun Pahlawan
Pantun Teka-teki


Sebagian disadur dari :
Pantun dan Pepatah Melayu
Tuanku Luckman Sinar Basarshah II, SH
Diterbitkan :
Yayasan Kesultanan Deli Serdang
Medan
Cetakan IV 2009



Read more ...

Kamis, Januari 21, 2010

Pantun Perpisahan

Tudung saji hanyut terapung,
Disulam cantik dengan benang.
Hajat hati nak pulang kampung,
Sayang sekali tak pandai berenang.

Sirih kasih di pucuk pauh,
Kuntum melati sukar digubah.
Jika sekarang bercerai jauh,
Di dalam hati janganlah berubah.

Pulau Tinggi terandak Cina,
Tampak dari Pasir Seribu.
Abang pergi janganlah lama,
Tidak kuasa menanggung rindu.

Asam pauh dari seberang,
Tumbuhnya dekat tepi tebat.
Badan jauh di rantau orang,
Sakit siapa yang akan mengobat.

Pucuk pauh selara pauh,
Sembilu ledung-ledungkan.
Adik jauh kakanda pun jauh,
Kalau rindu sama menungkan.

Di pucuk nangka tersangkut layang-layang,
Pucuk pauh selasih Jambi.
Bagaimana tidak dikenang-kenang,
Pucuk dicinta kekasih hati.

Tanjung Katung airnya biru,
Tempat orang bermandi ria.
Duduk sekampung lagikan rindu,
Apalah pula jauh di mata.

Di kiri jalan di kanan pun jalan,
Tengah-tengah pohon mengkudu.
Dikirim jangan dipesan pun jangan,
Sama-sama menanggung rindu.

Hendak gugur, gugurlah nangka,
Jangan menimpa ranting pauh,
Hendak tidur, tidurlah mata,
Jangan mengenang orang yang jauh.


*****

Baca juga Pantun Melayu lainnya :
Pantun Pembuka
Pantun Jenaka
Pantun Percintaan
Pantun Perpisahan
Pantun Kias
Pantun Budi
Pantun Adat
Pantun Agama
Pantun Nasihat
Pantun Pahlawan
Pantun Teka-teki


Sebagian disadur dari :
Pantun dan Pepatah Melayu
Tuanku Luckman Sinar Basarshah II, SH
Diterbitkan :
Yayasan Kesultanan Deli Serdang
Medan
Cetakan IV 2009


Read more ...

Selasa, Januari 19, 2010

Pantun Percintaan

Pucuk putat layu,
Pucuk payu kembang.
Duduk dekat malu,
Duduk jauh bimbang.

Anak gagak di lesung Cina,
Makan berulang ke perahu.
Hati hendak bagaikan gila,
Tapi membilang tidaklah tahu.

Sirih kuning junjung bergolek,
Padi rebah melepas tikar.
Putih kuning kulitnya cantik,
Gajah seekor tak abang tukar.

Tumbuk damar ting-ting,
Pasang damar raya.
Tebuk lubang dinding,
Intai anak dara.

Limau purut lebat di pangkal,
Sayang selasih condong uratnya.
Angin ribut dapat ditangkal,
Hati kasih apa ubatnya.

Apa guna pasang pelita,
Jika tidak dengan sumbunya.
Apa guna bermain mata,
Kalau tidak dengan sesungguhnya.

Gelang emas di atas peti,
Ambil lampu padam pelita.
Barulah puas rasanya hati,
Jika dapat bertentang mata.

Kalau pergi ke kedai malam,
Belikan saya bunga sekaki.
Biarlah saya mengidap demam,
Jangan mengidap patah hati.

Bunga mawar bunga rampai,
Ragikan kain Nila Utama.
Bila gerangan niatku sampai,
Hendak bertemu duduk bersama.

Coba-coba menanam mumbang,
Moga-moga tumbuh kelapa.
Coba-coba bertanam sayang,
Moga-moga jatuh cinta.

Encik Ros pergi ke pekan,
Hendak membeli ubi keladi.
Bukan kurus karena tak makan,
Kurus karena merindu hati.

Encik Isah bertanam tebu,
Jangan dibuang selaranya.
Tak usah pun saya bertemu,
Asal bisa mendengar suaranya.

Tanamkan kasih ke dalam dada,
Harap akan cinta dapat menjadi meluas.
Walaupun wajah tak dapat bersua,
Lihat bubung atapnya sudahlah puas.

Encik Isah datang bertamu,
Lekat kain sarung dipinggangnya.
Tak usah pun saya bertemu,
Asal nampak bubung atapnya.

Batang Keduduk di tepi perigi,
Nak kodok dimakan baruan.
Apa jadi kita begini,
Bagai pungguk rindukan bulan.

Sampan pukat sampan Serani,
Boleh berlayar ke tanah seberang.
Tuan umpama bintang nurani,
Makin ditentang bertambah terang.

Tutuh nangka tinggi-tinggi,
Rotan mana di tengah huma.
Lamanya sudah abang mencari,
Dapatlah intan di tengah bunga.

Waktu petang matahari condong,
Cahayanya muram disaput mega.
Sungguhpun jauh mata terlindung,
Hati di dalam teringat juga.

Sayang selindit terbang melayang,
Hinggap kemari di ranting meranti.
Tujuh bukit sembilan ladang,
Di situ tempat abang menanti.

Tengkorak itik
Tengkorak ayam
Dapat bini cantik
Tak tidur malam


*****

Baca juga Pantun Melayu lainnya :
Pantun Pembuka
Pantun Jenaka
Pantun Percintaan
Pantun Perpisahan
Pantun Kias
Pantun Budi
Pantun Adat
Pantun Agama
Pantun Nasihat
Pantun Pahlawan
Pantun Teka-teki



Sebagian disadur dari :
Pantun dan Pepatah Melayu
Tuanku Luckman Sinar Basarshah II, SH
Diterbitkan :
Yayasan Kesultanan Deli Serdang
Medan
Cetakan IV 2009


UPDATE :
Tambahan dari ALdy
Buah pinang dibelah dua,
dua dibelah tersisa satu
Kalau cinta sudah mendua,
untuk apa kita bersatu.

Burung gagak terbang menjauh,
Burung punai hinggap didahan
kalau dinda kian menjauh,
Mengapa cinta harus kutahan.

Sungguh ramai bandar Jakarta,
Malam terang mandi cahaya,
Sungguh pedih tiada terkira,
Tiada kusangka dinda mendua.

Read more ...

Minggu, Januari 17, 2010

Pantun Jenaka

Orang masak pakai kuali,
Membawa pelita semuanya.
Berbisik si pekak dengan si tuli,
Tertawa si buta melihatnya.

Tali pandan kembar empat,
Dicincang jadi berderai-derai.
Berkelahi ketan dengan ketupat,
Pisang goreng datang melerai.

Tampak musang lari berlari,
Mengejar ayam beriring-iring.
Pisang goreng tegak menari,
Tersenyum melihat ketan di piring.

Cina gemuk membuka kedai,
Menjual ember dengan pasu.
Bertepuk tangan adikku pandai,
Boleh diupah air susu.

Ambil segulung rotan saga,
Sudah diambil mari diurut.
Duduk termenung harimau tua,
Melihat kambing mencabut janggut.

Orang menganyam sambil duduk,
Kalau sudah bawa ke balai.
Melihat ayam memakai tanduk,
Datang musang meminta damai.

Gemuruh tabuh bukan kepalang,
Diasah lembing berkilat-kilat.
Gemetar tubuh harimau belang,
Nampak kambing pandai bersilat.

Elok rupa pohon belimbing,
Tumbuh dekat limau lungga.
Elok berbini orang sumbing,
Walau marah ketawa juga.

Hendak berlayar ke Pulau Pangkor,
Berjumpa perahu di biduknya.
Jika tidak misai dicukur,
Lubang hidung dirodoknya.


*****

Baca juga Pantun Melayu lainnya :
Pantun Pembuka
Pantun Jenaka
Pantun Percintaan
Pantun Perpisahan
Pantun Kias
Pantun Budi
Pantun Adat
Pantun Agama
Pantun Nasihat
Pantun Pahlawan
Pantun Teka-teki



Sebagian disadur dari :
Pantun dan Pepatah Melayu
Tuanku Luckman Sinar Basarshah II, SH
Diterbitkan :
Yayasan Kesultanan Deli Serdang
Medan
Cetakan IV 2009


Read more ...

Jumat, Januari 15, 2010

Pantun Pembuka

Mari pasang api pelita,
Pasang dekat api unggun.
Daripada duduk-duduk saja,
Mari kita lawan berpantun.

Rumpun buluh dibuat pagar,
Cucuk cempedak dengan lidi.
Dengan pantun saya belajar,
Saya budak belum mengerti.

Wau lah wau bulan,
Wau bulan teraju tiga.
Mari adik marilah kawan,
Kita cuba beradu laga.

Minta daun diberi daun,
Dalam daun buah kelapa.
Minta pantun dibalas pantun,
Dalam pantun ada bicara.

*****

Baca juga Pantun Melayu lainnya :
Pantun Pembuka
Pantun Jenaka
Pantun Percintaan
Pantun Perpisahan
Pantun Kias
Pantun Budi
Pantun Adat
Pantun Agama
Pantun Nasihat
Pantun Pahlawan
Pantun Teka-teki



Sebagian disadur dari :
Pantun dan Pepatah Melayu
Tuanku Luckman Sinar Basarshah II, SH
Diterbitkan :
Yayasan Kesultanan Deli Serdang
Medan
Cetakan IV 2009


Read more ...

Rabu, Januari 13, 2010

Lirik Lagu Melayu : Gambus Siludang

Lirik Lagu Melayu
Gambus Siludang

Melly Amir






#Reff :
Petiklah gambus gambus siludang
Gambus dipetik sambil berdendang
Daku bernyanyi sambil bergoyang
Menghibur hati supaya riang


Sungguhlah indah irama lagu
Rentaknya zapin sungguhlah merdu
Kalaulah tuan sedang merindu
Dengarlah lagu lagu melayu

Panglima sulung gagah perkasa
Melawan musuh membela bangsa
Marilah semua kita menjaga
Bumi Melayu sangat tercinta

Back to #Reff

Harum semerbak bunga melati
Kembang sekuntum putik berbunga
Marilah semua kita menari
Hilangkan resah duka dan lara

Kainlah songket baju kebaya
Dipakai oleh si anak dara
Adat Melayu patut dijaga
Janganlah sampai disia-sia

Panglima sulung gagah perkasa
Melawan musuh membela bangsa
Marilah semua kita menjaga
Bumi Melayu sangat tercinta

Back to #Reff


Download mp3 lagu melayu
Beli yang asli untuk menghindari pembajakan

Read more ...

Senin, Januari 11, 2010

Lirik Lagu Melayu : Tengkorak Itik Tengkorak Ayam

Tengkorak Itik Tengkorak Ayam
Melly Amir




Tengkorak Itik Tengkorak Ayam
Dapek bini cantik tak tido malam

Tengkorak Itik Tengkorak Ayam
Dapek bini cantik tak tido malam

Belega-lega mencai bidao
Dapek seonggok udang di kualo
Wahai cik adik abang betanyo
Adik yang manih siapo yang punyo

Burung kedidi tobang di hari sonjo
Teunggik-unggik melopeh dahago
Apolah maksuik abang betanyo
Bilo adik bolum bepunyo

Bungo kenango pucuknyo tinggi
Baunyo wangi totap diingek
Janganlah adik mencubo hati
Mato tepandang hati tepikek

Tengkorak Itik Tengkorak Ayam
Dapek bini cantik tak tido malam

Tengkorak Itik Tengkorak Ayam
Dapek bini cantik tak tido malam

Umahnyo kocik susun paonyo limo
Tompek menyalai si ikan lah pari
Kalau cik adik belom bepunyo
Berapo hogo intan di jari

Umpunnyo lado ondah bungo sekaki
Manokan samo si umpun lah pinang
Kalau nak tanyo hogo intan di jari
Datang ke rumah masuk meminang

Bungo kenango pucuknyo tinggi
Baunyo wangi totap diingek
Sekian lamo abnang mencari sayang
barulah kini adik kudapek

Kain pelakat di dalam poti sayang...
Dilipek elok besusun tigo
Kito bejumpo baru sekali abang...
Kalaulah jodoh indak kemano



Download mp3 lagu melayu
Beli yang asli untuk menghindari pembajakan

Read more ...

Sabtu, Januari 09, 2010

Lirik Lagu Melayu : Merantau

Ku pergi jauh
Mengangkat sauh
Tak nampak dusun Pauh


Read more ...

Kamis, Januari 07, 2010

Selasa, Januari 05, 2010

Lirik Lagu Melayu : Tuanku Tambusai

Lirik Lagu Melayu :
Tuanku Tambusai

Melly Amir



Dalam Nukilan Sejarah
Jasa dan baktimu nyata sudah
Kau berjuang menjunjung marwah
Berbilang negeri rantau dan lelah

Taksim Tuanku Tambusai
Bergelar Paderi harimau Rokan
Pesan amanahmu tak terlerai
tak berarah tak berbatas sampai

#Reff
Tiada madah dan sanjungan
Tak bintang tersemat didada
Walaupun baktimu setara
Hanya kini nisan pusara

Dalam syair kukalamkan
Engkau pahlawan patut disebut
Andalan negeri Bumi Bertuah
Oh... Tambusai..... Tuanku Tambusai

Back to #Reff

Download mp3 lagu melayu
Beli yang asli untuk menghindari pembajakan

Read more ...

Minggu, Januari 03, 2010

Lirik Lagu Melayu : Uyang Bagan Tak Ondak Belaya

Uyang Bagan Tak Ondak Belaya
Melly Amir
Kiambang Production
Lagu Rakyat Melayu Bagan Siapi-Api (berbahasa Bagan Siapi-Api)





Uyang Bagan tak ondak belaya
Dikatonyo umbak setinggi umah
Ditengoknyo ikan di dalam poti
Cukuik banyak untuk hari isok

Uyang Bagan tak belaya...

Uyang Bagan tak ondak belaya
Boli alat barang isi umah
Ditengoknyo duik ado lai
Takkan abih sampai hari isok

Uyang Bagan tak belaya...

Datang joki dinantinyo
Datang balo ditulaknyo

o...u...oo... uyang Bagan
Poi pasa hari pokan
Boli baju untuk anak bini
Jumpo kawan duduk kodai kopi

Uyang Bagan tak belaya....

Uyang Bagan tak ondak belaya
Boli alat barang isi umah
Ditengoknyo duik ado lai
Takkan abih sampai hari isok


Uyang Bagan tak belaya..........



Terjemahan dalam bahasa Indonesia :

Orang Bagan tak hendak berlayar
Dikatanya ombak setinggi rumah
Ditengoknya ikan di dalam peti
Cukup banyak untuk hari besok

Orang Bagan tak berlayar...

Orang Bagan tak hendak berlayar
Beli alat barang isi rumah
Ditengoknya duit ada lagi
Takkan habis sampai hari besok

Orang Bagan tak berlayar...

Datang rejeki dinantinya
Datang bala ditulaknya

o...u...oo... orang Bagan
Pergi pasar hari pekan
Beli baju untuk anak bini
Jumpa kawan duduk kedai kopi

Orang Bagan tak berlayar....

Orang Bagan tak hendak berlayar
Beli alat barang isi rumah
Ditengoknya duit ada lagi
Takkan habis sampai hari besok


Orang Bagan tak berlayar..........

Download mp3 lagu melayu
Beli yang asli untuk menghindari pembajakan

Read more ...

Jumat, Januari 01, 2010

Lirik Lagu Melayu : Syair Bidadari

Syair Bidadari
Melly Amir



Ahaaaaiii.... srikandi dewi
datang dari telapak kaki surga
mencari kasih cinta dan budi.......

Berdendang hamba nak berdendang
Mengalun irama berangkai
Berdendang hamba berdendang sayang....
Sepantun kasih yang tak sampai

Bertemu hari di titi senja
Malam bertaut bintang berseri
Berbelaut intan berselimut sutra
Tak berkasih bermahkota di hati

Pawana sampaikan salam
Khabarkan rindu yang terpendam
Kepada seluruh alam
Semoga menjadi impian

Jangan hanya tinggal igauan
Merajuk diri menahan
mudah-mudahan Tuhan kan mengabulkan
Do'a yang tulus suci

Langit terbentang menjadi saksi
Bayu membelai dingin terasa
Memujuk diri membawa bernyanyi
Bak si pungguk merindukan purnama

Berpesan padamu sayang
Tawanlah kencana jiwa
Hiasan kasih pujaan
Selagi nyawa di badan

Jangan hanya tinggal igauan
Merajuk diri menahan
mudah-mudahan Tuhan kan mengabulkan
Do'a yang tulus suci


Download mp3 lagu melayu
Beli yang asli untuk menghindari pembajakan

Read more ...

Artikel bersempena

  • 14. Cerita Rakyat Melayu - 14.CERITA RAKYAT Di antara prosa khazanah Kepulauan Riau ialah cerita rakyat dan cerita tulisan para penulis daerah ini,baik lama maupun baru. Berikut ini ...