Minggu, Januari 17, 2010

Pantun Jenaka

Orang masak pakai kuali,
Membawa pelita semuanya.
Berbisik si pekak dengan si tuli,
Tertawa si buta melihatnya.

Tali pandan kembar empat,
Dicincang jadi berderai-derai.
Berkelahi ketan dengan ketupat,
Pisang goreng datang melerai.

Tampak musang lari berlari,
Mengejar ayam beriring-iring.
Pisang goreng tegak menari,
Tersenyum melihat ketan di piring.

Cina gemuk membuka kedai,
Menjual ember dengan pasu.
Bertepuk tangan adikku pandai,
Boleh diupah air susu.

Ambil segulung rotan saga,
Sudah diambil mari diurut.
Duduk termenung harimau tua,
Melihat kambing mencabut janggut.

Orang menganyam sambil duduk,
Kalau sudah bawa ke balai.
Melihat ayam memakai tanduk,
Datang musang meminta damai.

Gemuruh tabuh bukan kepalang,
Diasah lembing berkilat-kilat.
Gemetar tubuh harimau belang,
Nampak kambing pandai bersilat.

Elok rupa pohon belimbing,
Tumbuh dekat limau lungga.
Elok berbini orang sumbing,
Walau marah ketawa juga.

Hendak berlayar ke Pulau Pangkor,
Berjumpa perahu di biduknya.
Jika tidak misai dicukur,
Lubang hidung dirodoknya.


*****

Baca juga Pantun Melayu lainnya :
Pantun Pembuka
Pantun Jenaka
Pantun Percintaan
Pantun Perpisahan
Pantun Kias
Pantun Budi
Pantun Adat
Pantun Agama
Pantun Nasihat
Pantun Pahlawan
Pantun Teka-teki



Sebagian disadur dari :
Pantun dan Pepatah Melayu
Tuanku Luckman Sinar Basarshah II, SH
Diterbitkan :
Yayasan Kesultanan Deli Serdang
Medan
Cetakan IV 2009


Artikel bersempena