Minggu, Mei 08, 2011

Pola Mantra Melayu Riau

Puisi Mantra dalam khasanah kehidupan puak Melayu Riau tidaklah memiliki istilah tunggal, melainkan mempunyai istilah yang beragam. Keragaman itu ditunjukkan oleh adanya berbagai sebutan nama puisi mantra. Nama-nama istilah manatra tersebut yakni :
  1. mantra
  2. serapah
  3. jampi
  4. tawar
  5. tangkal
  6. cuca
  7. oja

MANTRA
Mantra merupakan bacaan berdaya magik yang digunakan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari oleh masyarakat Melayu tradisional. Arti mantra sebagaimana dicantumkan dalam kamus Dewan Edisi Ketiga (Dewan Bahasa dan Pustaka, 1998:859) ialah :
Kata-kata atau ayat yang apabila diucapkan dapat menimbulkan kuasa ghaib (untuk menyembuhkan penyakit dan lain-lain), jampi.

SERAPAH
Serapah merupakan istilah paling dikenal di masyarakat Melayu, bahkan paling awal dikenal. SZerapah biasanya digunakan untuk mengadakan komunikasi dengan makhluk halus seperti jin, setan, iblis, jembalang dan berbagai jenis hantu lainnya. Komunikasi dalam hal ini dapat berupa membujuk, memanggil atau menghalau makhluk-makhluk yang dimaksud. Bandingkan istilah "sumpah seranah" dalam bahasa Melayu yang dilencengkan dalam bahasa Indonesia menjadi "sumpah serapah".

Mengenai serapah dijelaskan oleh Raja Ali Haji dalam kitab Pengetahuan Bahasa : Kamus Logat Melayu Johor, Pahang, Riau dan Lingga (dalam Hasan Junus, 1989;79). Menurutnya, adapun kata serapah sama artinya dengan jampi, yang artinya sebagai berikut :
"seseorang membacakan daripada ayat Qur'an atau doa-doa, isim-isim, atau serapah-serapah karena obat kedatangan penyakit atau karena berkehendaklah sesuatu hikmah atau tangkal".

JAMPI
Jampi merupakan istilah umum dalam kehidupan Melayu. Jampi ialah sesuatu yang dibacakan oleh seseorang kepada orang lain. Atau seseorang menghembuskannya, tangkal (sic) dari jauh, supaya ruh-ruh halus yang masuk dalam jiwa seseorang keluar dan hilang, atau mungkin saja orang yang dimaksud menjadi birahi, dan lain-lain.

TAWAR
Tawar atau disebut juga dengan Penawar yaitu mantra-mantra yang juga digunakan untuk mengobati penyakit. Perbedaan Tawar dengan Jampi ialah bila Jampi digunakan untuk maksud tertentu kepada seseorang atau benda atau makhluk halus lainnya, sedangkan Tawar atau Penawar digunakan untuk menyembuhkan seseorang dari penyakit yang disebabkan oleh sesuatu yang berbisa (racun) misalnya terkena gigitan binatang, berbagai jenis racun, dan sakit-sakit lainnya. Menurut kepercayaan masyarakat Melayu (tradisional), dengan tawar atau penawar ini segala yang berbisa atau beracun akan hilang sifat bisa/racunnya.

TANGKAL
Tangkal atau Penangkal merupakan kalimat-kalimat sebagai alat untuk mengantisipasi atau sebagai penangkis perbuatan perbuatan jahat dari makhluk lain, baik makhluk halus (jin, setan, iblis, jembalang, hantu, dan sebagainya) maupun makhluk seperti manusia dan bianatang. Kalimat-kalimat pada tangkal ini disamping menggunakan bahasa Melayu Riau, juga menggunakan bahasa Arab, atau kombinasi dari kedua bahasa tersebut.

Puisi mantra sebagai tangkal apabila ditulis atau dibacakan pada suatu alat atau benda, yang kemudian benda tersebut diikatkan pada salah satu anggota tubuh atau diletakkan di tempat-tempat tertentu yang dibutuhkan bagi yang mengenakan tangkal semisal pada leher sebagai kalung, di tangan sebagai gelang, pinggang, dan lain-lain.

Dalam kehidupan masyarakat Melayu di Riau, adapula sejenis Tangkal yang dinamakan dengan WAPAK. Pada umumnya Wapak mengunakan bahasa Arab yang mungkin saja diambil dari ayat-ayat suci Al-Qur'an. Biasanya wapak ini hanya ada dalam bentuk tertulis atau dituliskan sedemikian rupa dengan suatu persyaratan pada benda-benda tertentu. Wapak selalu ditempatkan di atas pintu utama rumah, atau di tempat-tempat tertentu yang sangat diperlukan oleh pemiliknya.

Menurut Raja Ali Haji, tangkal atau wapak dimaksud yaitu sesuatu yang diikatkan kepada badan atau digantungkan pada leher atau diikatkan pada pinggang dengan faidah apabila ada sesuatu kejahatan yang tidak disangka datangnya, maka tangkal tersebut menjaga badan si pemakainya.

Tujuan penggunaan Wapak sama dengan penggunaan tangkal, yaitu menangkal atau menangkis. Oleh karenanya dalam kajian ini wapak digolongkan pada kategori Tangkal. Biasanya wapak maupun tangkal pantang dilangkahi (tidak boleh terlangkahi), dan tidak boleh dibawa ke tempat-tempat kotor.

CUCA
Menurut Raja Ali Haji, Cuca adalah :
"... seseorang ada menaruh ilmu apabila dibicarakannya kepada seseorang dari pada seterunya (musuh) (sic) maka datanglah takut pada hati seterunya (musuh) itu, hingga apa-apa yang diperbuat oleh orang itu tiadalah berani ia melawan lagi, sebab sudah ada cuca..."
Cuca dalam kehidupan masyarakat Melayu Riau yaitu semacam ilmu sihir atau tenung. Dengan Cuca ini seseorang dapat dibuat menjadi takut, tunduk, patuh, dan sebagainya. Dengan kata lain, dapatlah disebutkan bahwa Cuca merupakan bacaan yang dipergunakan untuk tujuan menganiaya atau merusak oran lain.

Sebagai ilustrasi, misalnya dalam kisah Hikayat Dewa Mendu, oleh karena pinangan Raja Laksemalik ditolak oleh puteri Siti Mahadewi, maka Raja Laksemalik merasa sakit hati. Untuk membalas rasa sakit hatinya terhadap puteri Siti Mahadewi, ia minta bantuan kepada sahabatnya Jin Nikar Bandan atau Tuk Nikar Bandan. Lalu Jin Nikar Bandan "mencuca" puteri Siti Mahadewi menjadi seekor gajah putih.

OJA
Menurut Raja Ali Haji, Oja merupakan kalimat-kalimat yang diucapkan biasanya oleg orang yang melakukan pekerjaan menyabung ayam. Oja diucapkan secara berbalas-balasan, tujuannya untuk menyeru tuah ayam yang disabung itu.

Uraian di atas merupakan mantra (puisi mantra) yang dikenal luas masyarakat Malyu Riau, sungguhpun nama-nama mantra itu beragam, namun secara umum bagi masyarakat Melayu hanya menyebutnya dengan "mantra" saja.


Disadur dari :
PUISI MANTRA
Abdul Jalil
Elmustian Rahman
Unri Press
Pekanbaru - Riau
2001

Artikel bersempena

  • Open Recruitment - Riau Heritage sedang membuka kesempatan kepada teman-teman yang berminat untuk menjadi relawan. Kita belum bisa settle jadwal ngumpul bareng nih, tapi buat ...
  • Tahun Hutan - Tahun Hutan Sebagai Upaya Konservasi Hutan Dunia Ada sekitar 4 miliar hektar hutan di dunia, yang menutupi hampir 30 persen dari wilayah daratan bumi. Sekita...
  • 14. Cerita Rakyat Melayu - 14.CERITA RAKYAT Di antara prosa khazanah Kepulauan Riau ialah cerita rakyat dan cerita tulisan para penulis daerah ini,baik lama maupun baru. Berikut ini d...