Selasa, Oktober 04, 2011

BAGI-BAGIAN

"Kalian semua ini bagaimana? Tak salah kalau aku mengambil sedikit keuntungan dari jerih-payahku, bukan? Bukannya banyak sangat. Pun bukan untukku seorang: untuk istriku, anak-anakku, saudara-saudaraku, anak buahku, dan timku. Lagipula, untuk mendapatkan semua ini, aku kan mengeluarkan modal, bukannya gratis!" tinggi suara Wak Entol menyergah orang-orang yang mengeritiknya. "Kalian memang susah melihat orang senang."

"Kalau hendak untung, jadi pedagang saja, Wak. Jangan jadi perantara kami. Makan sumpah nanti," balas ketua pemuda kampung sambil mengacungkan tangannya. "Iya kan, Saudara2?"

"Iyaaaaa . . . !" jawab orang2 yang mendatangi rumah Wak Entol.

"Sumpah, kata kalian. Aku ini kebal sumpah. Tak termakan sumpah kalian. Tak ada yang gratis di negeri ini. Aku pun perlu mengumpulkan modal untuk membeli suara kalian. Mau apa kalian?" Wak Entol menantang.

"Kami bukan mau apa-apa, Wak."

"Lalu, kalian menggertak aku? Ada apa rupanya?"

"Kami minta jatah kami. Sudah lama kering ini."

"Oh, minta jatah rupanya. Mengapa tak cakap dari tadi? Kalau begitu kan mudah, senang sama senang namanya," jawab Wak Entol sambil membagikan jatah kepada orang-orang yang mendatanginya.

Orang-orang makin terhibur. Pasal, sambil membagikan jatah Wak Entol bersiul dengan lagu Bagi-Bagian yang dipadu irama rock n roll.


Catatan oleh Abdul Malik
sebagaimana tercatat di facebook pada 06 September 2011 jam 12:22

Artikel bersempena