Rabu, Oktober 12, 2011

CATATAN LIMA LIKUR

“Sudah lima likur malam ini. Tinggal dua hari lagi, Wak. Kami mengingatkan saja. Kata Pak RT, semua dananya sudah pada Wak,” ketua pemuda kampung mengingatkan Wak Entol.

“Kata dia dananya padaku? Betul dia mengatakan itu kepada kalian?” gencar Wak Entol.

“Betul. Untuk apa kami berbohong.”

Wak Entol menelusuri lebih jauh, “Dia juga menyebutkan jumlahnya, ya?”

“Kami menanyakan itu, tetapi dia tak menjawab. Katanya pasti cukup. Semua sudah diperhitungkan.”

Wak Entol agak lega juga. “Apa pasal si RT ini tak dapat menjaga rahasia. Bungkam sedikit mengapa rupanya. Nasib baik dia tak menyebutkan jumlahnya. Kalau disebutnya, tak dapat ujung aku lagi. Tak ada harapan ber-Hari Raya ke seberang,” dia membatin sambil memandangi barisan pemuda di depannya dengan pandangan khawatir bercampur geram.***


Catatan oleh Abdul Malik
sebagaimana tercatat di facebook pada 24 Agustus 2011 jam 18:18

Artikel bersempena

  • 14. Cerita Rakyat Melayu - 14.CERITA RAKYAT Di antara prosa khazanah Kepulauan Riau ialah cerita rakyat dan cerita tulisan para penulis daerah ini,baik lama maupun baru. Berikut ini ...