Selasa, November 29, 2011

KAMBING ISTIMEWA

“Hanya itu yang kuminta. Bukan permintaan yang berlebihan. Bahkan, kaulah yang sangat berlebihan jika tak memenuhi permintaanku!” Wak Entol menekan Pak RT.

Pak RT tak berkutik. Dia melihat ke kiri-kanan dan depan-belakang, khawatir ada orang yang mendengar pembicaraannya dengan Wak Entol. Untunglah, tak ada satu pun makhluk di situ. Kalaulah ada, tentu wibawanya sebagai RT akan jatuh. Itu yang dicemaskan Pak RT “Apalah artinya seekor kambing bagimu sekarang. Lagi pula, kambing itu akan kujadikan hewan kurban, bukan untuk pesta kambing guling dengan orang-orangku. Kecuali aku minta paket haji lengkap untukku dan keluargaku, kau keberatan, aku tak terlalu kecewa. Itu pun masih wajar sebetulnya karena jasaku menaikkan derajatmu,” Wak Entol makin memojokkan Pak RT.

Pak RT makin tak berkutik. Dalam hatinya dia menyesal menjadikan Wak Entol tim suksesnya dulu.

“Baiklah, Wak Entol, kupenuhi permintaanmu. Bila kambing itu harus kuantar ke rumahmu?” tanya Pak RT dengan suara sangat tertekan dan menyedihkan.

“Dini hari menjelang Hari Raya Qurban. Aku tak mau memeliharanya berlama-lama. Dan, tak boleh seorang pun tahu bahwa kau mengantarkannya ke rumahku. Ini sangat rahasia. Aku tak mau wibawaku jatuh di depan orang-orangku dan orang kampung. Biar mereka mengira memang aku yang membeli kambing kurban itu. Satu lagi, aku mau kambing yang terbesar di antara kambing yang ada di kampung ini. Ingat Pak RT, dini hari menjelang Hari Raya.” Wak Entol meninggalkan Pak RT yang berdiri terpaku bagai orang bingung.

Dipendekkan cerita, panitia telah siap akan menyembelih kurban. Tiba-tiba semua mata tertuju kepada orang yang sedang menuju ke tempat penyembelihan itu. Orang itu membawa seekor kambing yang sangat besar, sangat sehat, dan sangat indah warna bulunya. Yang istimewa lagi, janggut kambing itu bercabang tiga. Siapa lagi kalau bukan Wak Entol dan kambingnya.

“Pak Ketua Panitia, aku minta kambing ini yang disembelih duluan. Yang lain belakangan saja. Kau jangan membantah. Kalau tak mau, akan kulaporkan kau kepada Pak RT supaya tahun depan kau tak lagi menjadi ketua panitia kurban!” Wak Entol langsung memerintah Ketua Panitia begitu sampai di tempat itu. “Setelah itu, langsung dibersihkan.”

Orang-orang hendak memprotes perilaku Wak Entol yang main perintah itu. Apalagi, sebelum ini dia tak tercatat sebagai peserta kurban. Anak-anak muda yang ada di tempat itu pun bagai tak sabar melihat tingkah laku Wak Entol. Rasanya mereka ingin menghabisi Wak Entol sekejap itu juga.

Ternyata, Wak Entol tak datang sendiri. Dia membawa banyak anak buahnya yang berbadan tegap. Di sebalik baju mereka terkesan ada senjata tajam.

Karena khawatir terjadi perkelahian massal di tempat penyembelihan kurban, orang-orang dan para pemuda mengurungkan niat untuk menghajar Wak Entol. Membaca, gelagat itu, Wak Entol tersenyum menyeringai tanda kemenangan. Anak buahnya berpandang-pandangan sekejap untuk kemudian melepaskan ketawa terbahak-bahak.

Alhasil, kambing Wak Entol dipotong duluan. Setelah itu, langsung dibersihkan. Wak Entol dan anak buahnya memperhatikan saja orang-orang mengerjakan itu. Tak lama, selesailah pekerjaan itu. Lalu, Wak Entol mengambil semua daging itu untuk dibawa pulang ke rumahnya.

“Jangan lupa, Pak Ketua Panitia. Namaku harus tercatat sebagai orang pertama yang berkurban tahun ini di kampung kita.”

Wak Entol dan anak buahnya pun berlalu dari tempat itu. Di dalam perjalanan dia berbicara kepada anak buahnya, “Seminggu ini kita tak perlu membeli daging untuk dijadikan lauk. Nampaknya, daging kambing ini lumayan banyaknya,” katanya setengah ketawa girang.

Anak buahnya ketawa, tetapi tak berani keras-keras. “Siap, Ndan!” sahut mereka serempak.

Wak Entol tersenyum-senyum melihat daging kambing yang dibawa anak buahnya. Sambil berjalan dia bersiul lagu “Anak Kambing Saya” dengan irama rock padang pasir yang dipadu dengan irama joget kreatif.***


oleh Abdul Malik pada 6 November 2011 jam 20:34

Artikel bersempena

  • Open Recruitment - Riau Heritage sedang membuka kesempatan kepada teman-teman yang berminat untuk menjadi relawan. Kita belum bisa settle jadwal ngumpul bareng nih, tapi buat ...
  • Tahun Hutan - Tahun Hutan Sebagai Upaya Konservasi Hutan Dunia Ada sekitar 4 miliar hektar hutan di dunia, yang menutupi hampir 30 persen dari wilayah daratan bumi. Sekita...
  • 14. Cerita Rakyat Melayu - 14.CERITA RAKYAT Di antara prosa khazanah Kepulauan Riau ialah cerita rakyat dan cerita tulisan para penulis daerah ini,baik lama maupun baru. Berikut ini d...