Rabu, Desember 07, 2011

HADIAH TOK PENGHULU

"Tok Penghulu memang bijaksana. Tok Penghulu memang pemimpin yang adil. Hidup, Tok Penghulu!" pekik Wak Entol di hadapan para pendukungnya.

"Hidup Tok Penghulu! Hidup pemimpin besar kami, Paduka Entol!" sambut para pendukungnya penuh semangat.

Entah berapa ribu kali Wak Entol memuji Tok Penghulu dalam sehari ini. Macam-macam jenis pujian mengalir dari mulutnya bertubi-tubi.

Dia berbuat begitu karena Tok Penghulu baru saja meluluskan permintaannya untuk menguasai Busut Lembah Biru yang sudah lama diidam-idamkannya. Konon di lembah itu berkampung para putri kayangan yang sangat dirinduinya.

Telah sekian lama Wak Entol merayu Tok Penghulu untuk menguasai lembah idaman itu. Namun, upaya dan taktiknya selama ini selalu gagal. Tak terhitung entah berapa banyak upeti yang telah dipersembahkannya kepada Tok Penghulu dan para pembantunya. Tetap juga Tok Penghulu berdegil. Itulah sebabnya, tahun-tahun belakangan ini Tok Penghulu menjadi sasaran sumpah seranah dan maki hamunnya. Baru hari inilah semua ucapan nista itu berubah menjadi puji-puja tak terkira.

Bagi Wak Entol penguasaan Lembah Busut Biru tentulah menjadi simbol prestasinya. Dia telah berhasil mengikuti jejak suhunya Van Djambole dan Jamiyugi. Dia akan tercatat di dalam Rekor Dunia Lembah sebagai generasi ketiga yang berhasil menguasai kawasan penting di dunia ini.

Apakah rahasianya? Setelah gagal berkali-kali dan bertahun-tahun, Wak Entol menggunakan taktik terakhirnya. Dia mengirimkan upeti keripik pisang yang dicampur jampi-jampi kepada Tok Penghulu. Maksud sebenarnya untuk menghina Tok Penghulu. Eee . . . tak disangka, rayuannya selama ini diterima.

"Mulai malam ini kita berpesta besar-besaran," pekik Wak Entol di hadapan pendukungnya. "Kita berpesta tujuh hari tujuh malam. Kini reputasi kita telah diakui dunia, layak untuk dirayakan."

"Horeee . . . Hidup Paduka Entol!"

Wak Entol sangat gembira mendapat sambutan dari pendukungnya. Dia akan berehat untuk menghadiri pesta malam nanti. Sambil berlalu dan melambaikan tangan kepada pendukungnya, dia menyiulkan lagu "Putri Kayangan" yang berupa perpaduan irama soft vander jamb dan rosesakurla yang lagi ngetren di kampungnya.***


oleh Abdul Malik pada 22 Oktober 2011 jam 22:38

Artikel bersempena